MANSA BERPRESTASI
02 Sep 2026
Admin
Dari Madrasah, Melangkah Mendunia : Alumni MAN 1 Cianjur yang Lolos Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir
Perkenalkan,
nama saya Asmaa Nabiila Kaukab, calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo,
Mesir, yang merupakan lulusan dari MAN 1 Cianjur. Kalau berbicara bagimana saya bisa sampai pada
titik diterima di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir, semua tentu tidak secara
tiba tiba. Ada mimpi yang berani saya mulai, saya jalani, dan saya pertahankan.
Keinginan untuk berkuliah di Mesir awalnya hanya sebuah mimpi yang saya
cita-citakan sejak duduk di bangku SMP. Akan
tetapi, saat awal menginjakkan masa SMA, saya juga sempat memiliki
keinginan untuk berkuliah di perguruan tinggi negeri.Ketertarikan
saya dalam bidang agama juga memberikan motivasi yang besar untuk berkuliah di
Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Awal perjalanan saya dalam mengerjar mimpi
dimulai sejak kelas 10. Saya mulai mempersiapkan bahasa, terutama bahasa Arab,
dengan mengikuti bimbel online dari beberapa lembaga sepulang sekolah, serta
mempersiapkan hafalan Al-Quran bersama kedua orang tua saya dan guru saya di
asrama. Tidak hanya persiapan di luar pembelajaran sekolah, pembelajaran formal
di sekolah pun sangat bermanfaat bagi saya, juga ilmu-ilmu dari organisasi yang
saya ikuti baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler, juga dapat saya
terapkan, terutama dalam menjaga istiqomah untuk mencapai mimpi dan bagaimana
saya bisa memanajemen waktu atara kegiatan sekolah dan bimbel.Mamasuki
kelas 12, saya berada di salah satu fase yang cukup menangtang. Beberapa
kegiatan penting di sekolah dan tanggung jawab di organisasi mengharuskan saya
untuk mengalihkan sementara fokus saya dalam persiapan menuju test Universitas
Al-Azhar Cairo, Mesir. Pada saat semerter 2 kelas 12, saya memutuskan untuk
izin kepada pihak sekolah agar dapat mengikuti daurah bimbel bahasa Arab di
Bekasi selama kurang lebih tiga bulan. Masa ini, menurut saya, adalah masa
ketika saya benar-benar merasakan perjuangan mengejar cita-cita. Belajar bahasa
arab setiap hari adalah hal yang saya lakukan selama tiga bulan di Bekasi.
Lingkungan yang mendukung dan teman-teman yang memiliki satu misi membuat saya
tidak terlalu merasakan lelahnya belajar. Setelah
menyelesaikan program di Bekasi, saya kembali bersekolah dan mengikuti
rangkaian ujian kelas 12. Tak lupa, saya juga mengerjakan tugas pembelajaran
yang tertinggal selama tiga bulan. Akhirnya, seluruh ujian dan tugas-tugas
sudah selesai. Saya hanya tinggal menunggu kelulusan dan ujian masuk
Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Sebulan sebelum pelaksanaan test, saya
kembali mengikuti bimbel online dan try out untuk membantu latihan serta
mengulang materi. Sampai pada akhirnya, hari pelaksanaan test Universitas
Al-Azhar, Cairo, Mesir pun tiba. Alhamdulillah, seluruh rangkaian test telah
saya lalui.Setelah
beberapa minggu berlalu, hasil test pun keluar. Alhamdulillah, saya dinyatankan
lulus dan diterima di Univerrsitas AL-Azhar Cairo, Mesir. Rasa senang tentu
dirasakan oleh saya dan keluarga. Di sampaing itu, sedikit rasa takut juga
menyelimuti pikiran karena saya tau bahwa inilah awal dari perjuangan yang
sebenarnya. Kegiatan matrikulasi atau daurah lughah dan daurah penyetaran
ijazah masih harus saya ikuti setelah di
terima di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir. Jam belajar yang dilalui kurang
lebih 10 jam perhari dari kedua kegiatan tersebut menjadi salah satu proses
yang harus di jalani oleh hampir seluruh
calon mahasiwa Mesir yang telah diterima di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir. Dalam perjalanan ini, saya sadar
bahwa saya tidak berjalan sendiri. Berkat tekad yang kuat, doa dari kedua orang
tua yang selalu menyertai perjuangan saya, dukukungan dari keluarga, serta
peran seluruh guru yang pernah mengajar dan membimbing saya, semangat dan
motivasi saya terus bertambah. Teman teman yang selalu memberikan dukungan dan
semangat juga menjadi baian penting dalam perjalanan saya. Mereka semua menjadi
bagian dari perjalan saya sampai di titik ini, dan saya sangat bersyukur.Dari
sebuah mimpi, menjadi doa, lalu perlahan
menjadi nyata. Inilah sedikit cerita tentang perjungan saya yang mungkin tidak
seberapa, tetapi sangat berkesan bagi hidup saya. Hal yang paling berharga yang saya dapatkan dari perjalanan ini
adalah ketika saya sadar bahwa tujuan belajar bukan hanya untuk sekedar tahu,
tetapi bagaimana pemahaman kita dapat disampaikan dan di pahami oleh orang
lain. Saya juga belajar bahwa sekeras apapun usaha kita tanpa disertai doa,
bagaikan berjalan jauh tanpa arah.
Teruslah semangat menggapai mimpi, sebab
perempuan bukan hanya untuk dikenal karena kecantikannya, tetapi juga karena
ilmu, karya, dan prestasinya.